Senin, 03 Mei 2010

CURHAT

Seorang sahabat menghubungi saya mencurahkan isi hatinya tentang betapa beratnya masalah yang dia hadapi sehingga dia nyaris tak lagi percaya pada Tuhan karena bertahun-tahun dia berdoa dan "merasa" sudah menjalankan segala perintah-Nya tapi masalahnya tak kunjung selesai.
Tidak lama dari situ ada lagi sahabat yang lain yang meminta diajari tehnik yang bisa membuat dia lepas dari beban masalahnya. Dan kemudian datang lagi sahabat yang lain yang minta cara jitu agar doanya bisa cepat terwujud. Tentu saja saya bingung karena saya bukanlah orang yang tahu segalanya.

Tidak berhenti sampai di situ, ada lagi seorang sahabat yang berkeluh kesah pada saya tentang masalah yang itu-itu saja, yang sempat membuat saya bete karena entah sudah berapa puluh kali saya mendengarkan cerita yang sama. Dan walaupun berkali-kali sudah diberi saran, ternyata dia tidak pernah menjalankannya, karena dia mengharapkan cara yang instan.

Sahabat pejuang ikhlas, tak ada seorangpun yang tidak punya masalah selama kita hidup di dunia ini, tapi perlu kita sadari bahwa masalah di dunia pada dasarnya cuma itu-itu saja, sehingga solusinya pun sudah pasti itu-itu juga. Dan biasanya yang membuat orang tak bisa lepas dari masalahnya bukanlah "tidak bisa", melainkan "tidak mau". Benarkah begitu? Ya! Karena solusi dari semua masalah hidup sudah ada di kitab suci, tapi jarang sekali orang yang mau membaca dan memahami, apalagi mempraktekkan.

ketika seseorang curhat sana-sini, pada dasarnya dia tidak mencari solusi melainkan hanya
ingin didengarkan orang, seolah ingin orang lain tahu tentang betapa sengsaranya kehidupan yang dia alami. Dan inilah berbahayanya karena:

1. Dia berfokus pada masalah, sehingga wajar jika yang dia dapatkan adalah masalah yang seolah tak berkesudahan, karena apa yang kita fokuskan, itulah yang cenderung kita dapatkan.
2. Semakin dia berkeluh kesah, semakin jauh dia dari solusi.
3. Dalam arti lain bisa dikatakan dia tidak percaya pada Tuhan (walaupun tidak disadari), karena dia lebih percaya untuk menceritakan masalahnya pada mahluk ciptaan-Nya daripada minta solusi
langsung pada Tuhan.

Saya teringat sebuah hadits yang mengatakan: "Barang siapa yang tertimpa musibah dan dia menceritakannya pada orang lain, maka tidak akan tertutup keperluannya".

Maka wajarlah jika orang yang senang curhat sana-sini cenderung sulit mendapatkan solusi dari masalahnya. Curhat memang boleh-boleh saja asal tujuannya untuk mencari solusi, dan harus dibedakan dengan "mengumbar penderitaan". Selain itu, sebaik-baiknya pencarian solusi adalah merujuk pada ajaran agama, karena semua petunjuk sudah ada di sana.

So, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pemahaman tentang menghadapi masalah dengan berbekal KESADARAN dan KESABARAN.

Langkah pertama untuk menghadapi masalah adalah..."KESADARAN".
- Kesadaran bahwa kita berTuhan.
- Kesadaran bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan.
- Kesadaran bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, semua hanya sementara, termasuk masalah.
- Kesadaran bahwa Tuhan tak akan menguji manusia melebihi kemampuan.
- Kesadaran bahwa semua solusi sudah ada dalam ajaran agama jika kita mau membaca dan memahaminya.

Langkah kedua adalah..."KESABARAN".

Mungkin di antara sahabat ikhlas ada yang merasa sudah konsisten berdoa, ditambah ibadah-ibadah lainnya tapi kok sepertinya masalah makin bertambah, dan tak terlihat ujung penyelesaiannya. Atau mungkin ada yang sudah rutin mempraktekkan LOA, melakukan afirmasi, melakukan visualisasi, menulis jurnal syukur dll, yang sepertinya prosedurnya sudah benar tapi hal yang diharapkan tak kunjung terwujud.

Maka langkah kedua inilah yang harus kita jalankan dan kita pertahankan. Karena segala sesuatu ada prosesnya, tidak ada pohon yang tumbuh besar dalam semalam, bahkan solusi yang terlihat seperti instan pun sebenarnya berproses dan terjadi pada saat yang tepat sesuai kehendak-Nya.

Ketika kita mampu mempertahankan kesabaran inilah...masalah seolah selesai lebih cepat dari yang kita duga. Ibarat melakukan perjalanan, kita menikmati pemandangan sepanjang jalan, tapi tanpa terasa tahu-tahu kita sudah dekat dengan tempat tujuan. Dan biasanya, kepuasan yang didapatkan ketika mencapai tempat tujuan hanya bertahan sebentar. Meskipun anda berhasil tiba di puncak gunung es tertinggi di dunia, rasa puasnya hanya sekejap, karena beberapa jam kemudian tempat
itu akan terasa biasa-biasa saja, tak ada lagi rasa 'exciting' seperti yang didapatkan dalam proses perjalanan. Bahkan orang cenderung lebih senang menceritakan betapa serunya pengalaman yang didapatkan selama di perjalanan, apalagi jika medan yang ditempuhnya penuh dengan tantangan.

Demikian pula dalam proses perjalanan kehidupan ini, nikmatilah jalan yang curam, menanjak dan berliku, batu karang yang menghadang serta ombak yang menerjang, karena semua itulah yang akan kita kenang sebagai keindahan disaat kita telah mencapai kehidupan yang kita impikan.

Tidak ada manusia yang sempurna, kita semua pernah dan sering melakukan kesalahan atau bahkan dianggap salah walaupun sebetulnya benar. Tapi kita memang butuh kesalahan agar bisa belajar, seperti seorang guru saya mengatakan, "Kalau kita tidak pernah salah, kita tidak akan pernah benar". Dan Mas Nunu juga pernah mengatakan, "Salah adalah awal dari Benar".

EGO

Coba anda renungan diri kita dengan ego dan kepongahan yang ternyata tidak kita sadari kecuali bila kita renungkan sebentar...

Coba kita perhatikan ....
Tiap manusia bisa menentukan tuhan mana yang dia sembah.....
Kita bisa menentukan dimana, bagaimana dan kapan kita menyembah... ....
kita bisa menentukan mana yang halal atau haram..... bukan karena ijtihad atau fatwa tapi karena kita MAU......

jadi, kadang saya terpikir kita punya bakat terpendam... . jadi tuhan......
barangkali bukan hanya saya - tiap orang bisa jadi tuhan.....

di keraton jogja, ada kereta kuda diberi bunga dan sesaji dupa....
jadi kereta pusaka ampuh sakti mandraguna.. ..
kereta itu buatan inggris belanda.....

jadi tuhan bukan jadi Tuhan....... .
ada rahman rahim yang selalu diulang2 ...

kawan2 nelayan yang kerap bimbang... ketika solar hilang dan harga ikan sulit terbilang... ....

petani kebanjiran.. .... rusak sawah mereka.... rusak rumah mereka...... bagaimana lagi mereka harus merentang hidup.... ?

merokok adalah penghiburan mereka..... sedikit helaan nafas disela2 debur ombak beban hidup....... penangkal rasa kantuk, lapar, dingin, bahkan keputus asaan ketika tidak ada kepastian, makan apa anaku nanti.......

apa yang ada di benak kita sih ?...... . kenapa tidak terlintas di benak untuk memberi makna menjaga penghidupan. ...memberi makna hidup masing2 .... sebelum kematian menjemput.... ....sebelum hari-hari kita berakhir.... ..

apa gawatnya candu asap dibanding dengan beban hidup? kita gantang candu asap tapi kita menoleh lari dari soal beban hidup......kita biarkan kawan2 sodara2 rekan2 kerabat2....
.......sekarang : masuk surga pun mereka tak bisa kerna katanya merokok itu haram.... (Hehehe...)
kita bisa menentukan mereka masuk surga atau tidak....... ..
kita bisa menghujat mereka salah atau tidak di mata TUHAN....... ..
kita bisa menentukan nasib seseorang layak mati atau tidak dengan masalah jihad....... .......

kita bisa menentukan kapan kita merokok.... kapan korupsi....kapan selingkuh... ....

kita memang berbakat jadi tuhan

JADI Sahabat Ikhlas ...
kita perlu lebih takzim belajar rahman rahim KASIH dan SAYANG untuk menatap TUHAN.......
Ada PILIHAN ... Ada KONSEKUENSI ...........!!
... Nikmati hidup ini dengan BIJAK...... Yang membuat hidup saya lebih indah dan berwarna.... Ya TUHAN rasa SYUKUR ini jangan KAU jauhkan dari kami....
Semoga berkenan .....

CURHAT

Seorang sahabat menghubungi saya mencurahkan isi hatinya tentang betapa beratnya masalah yang dia hadapi sehingga dia nyaris tak lagi percaya pada Tuhan karena bertahun-tahun dia berdoa dan "merasa" sudah menjalankan segala perintah-Nya tapi masalahnya tak kunjung selesai.
Tidak lama dari situ ada lagi sahabat yang lain yang meminta diajari tehnik yang bisa membuat dia lepas dari beban masalahnya. Dan kemudian datang lagi sahabat yang lain yang minta cara jitu agar doanya bisa cepat terwujud. Tentu saja saya bingung karena saya bukanlah orang yang tahu segalanya.

Tidak berhenti sampai di situ, ada lagi seorang sahabat yang berkeluh kesah pada saya tentang masalah yang itu-itu saja, yang sempat membuat saya bete karena entah sudah berapa puluh kali saya mendengarkan cerita yang sama. Dan walaupun berkali-kali sudah diberi saran, ternyata dia tidak pernah menjalankannya, karena dia mengharapkan cara yang instan.

Sahabat pejuang ikhlas, tak ada seorangpun yang tidak punya masalah selama kita hidup di dunia ini, tapi perlu kita sadari bahwa masalah di dunia pada dasarnya cuma itu-itu saja, sehingga solusinya pun sudah pasti itu-itu juga. Dan biasanya yang membuat orang tak bisa lepas dari masalahnya bukanlah "tidak bisa", melainkan "tidak mau". Benarkah begitu? Ya! Karena solusi dari semua masalah hidup sudah ada di kitab suci, tapi jarang sekali orang yang mau membaca dan memahami, apalagi mempraktekkan.

ketika seseorang curhat sana-sini, pada dasarnya dia tidak mencari solusi melainkan hanya
ingin didengarkan orang, seolah ingin orang lain tahu tentang betapa sengsaranya kehidupan yang dia alami. Dan inilah berbahayanya karena:

1. Dia berfokus pada masalah, sehingga wajar jika yang dia dapatkan adalah masalah yang seolah tak berkesudahan, karena apa yang kita fokuskan, itulah yang cenderung kita dapatkan.
2. Semakin dia berkeluh kesah, semakin jauh dia dari solusi.
3. Dalam arti lain bisa dikatakan dia tidak percaya pada Tuhan (walaupun tidak disadari), karena dia lebih percaya untuk menceritakan masalahnya pada mahluk ciptaan-Nya daripada minta solusi
langsung pada Tuhan.

Saya teringat sebuah hadits yang mengatakan: "Barang siapa yang tertimpa musibah dan dia menceritakannya pada orang lain, maka tidak akan tertutup keperluannya".

Maka wajarlah jika orang yang senang curhat sana-sini cenderung sulit mendapatkan solusi dari masalahnya. Curhat memang boleh-boleh saja asal tujuannya untuk mencari solusi, dan harus dibedakan dengan "mengumbar penderitaan". Selain itu, sebaik-baiknya pencarian solusi adalah merujuk pada ajaran agama, karena semua petunjuk sudah ada di sana.

So, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pemahaman tentang menghadapi masalah dengan berbekal KESADARAN dan KESABARAN.

Langkah pertama untuk menghadapi masalah adalah..."KESADARAN".
- Kesadaran bahwa kita berTuhan.
- Kesadaran bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan.
- Kesadaran bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, semua hanya sementara, termasuk masalah.
- Kesadaran bahwa Tuhan tak akan menguji manusia melebihi kemampuan.
- Kesadaran bahwa semua solusi sudah ada dalam ajaran agama jika kita mau membaca dan memahaminya.

Langkah kedua adalah..."KESABARAN".

Mungkin di antara sahabat ikhlas ada yang merasa sudah konsisten berdoa, ditambah ibadah-ibadah lainnya tapi kok sepertinya masalah makin bertambah, dan tak terlihat ujung penyelesaiannya. Atau mungkin ada yang sudah rutin mempraktekkan LOA, melakukan afirmasi, melakukan visualisasi, menulis jurnal syukur dll, yang sepertinya prosedurnya sudah benar tapi hal yang diharapkan tak kunjung terwujud.

Maka langkah kedua inilah yang harus kita jalankan dan kita pertahankan. Karena segala sesuatu ada prosesnya, tidak ada pohon yang tumbuh besar dalam semalam, bahkan solusi yang terlihat seperti instan pun sebenarnya berproses dan terjadi pada saat yang tepat sesuai kehendak-Nya.

Ketika kita mampu mempertahankan kesabaran inilah...masalah seolah selesai lebih cepat dari yang kita duga. Ibarat melakukan perjalanan, kita menikmati pemandangan sepanjang jalan, tapi tanpa terasa tahu-tahu kita sudah dekat dengan tempat tujuan. Dan biasanya, kepuasan yang didapatkan ketika mencapai tempat tujuan hanya bertahan sebentar. Meskipun anda berhasil tiba di puncak gunung es tertinggi di dunia, rasa puasnya hanya sekejap, karena beberapa jam kemudian tempat
itu akan terasa biasa-biasa saja, tak ada lagi rasa 'exciting' seperti yang didapatkan dalam proses perjalanan. Bahkan orang cenderung lebih senang menceritakan betapa serunya pengalaman yang didapatkan selama di perjalanan, apalagi jika medan yang ditempuhnya penuh dengan tantangan.

Demikian pula dalam proses perjalanan kehidupan ini, nikmatilah jalan yang curam, menanjak dan berliku, batu karang yang menghadang serta ombak yang menerjang, karena semua itulah yang akan kita kenang sebagai keindahan disaat kita telah mencapai kehidupan yang kita impikan.

Tidak ada manusia yang sempurna, kita semua pernah dan sering melakukan kesalahan atau bahkan dianggap salah walaupun sebetulnya benar. Tapi kita memang butuh kesalahan agar bisa belajar, seperti seorang guru saya mengatakan, "Kalau kita tidak pernah salah, kita tidak akan pernah benar". Dan Mas Nunu juga pernah mengatakan, "Salah adalah awal dari Benar".

SOP IKAN

Air putih, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, tomat, sereh, salam, jahe, daun jeruk, daun bawang, kemangi, garam, gula pasir, kemangi, penyedap.
tomat dan daun bawang paling akhir dimasukkan.
""""
Asem Pade
Resep yang biasa aku pakai:
Untuk 1 kg daging/ikan tongkol
Bumbu :
- 1/4 kg cabe giling
- 12 butir bawang putih (digiling halus)
- 18-20 bawang merah (digiling halus)
- Jahe, & lengkuas 1 ruas (sebesar ibu jari)
- Daun Jeruk 6 lbr
- Daun salam 5 lbr
- Sereh 1 batang (ditumbuk sedikit)
- Asam kandis 3 btr (belimbing wuluh 6 butir) dimasukan belakangan
- Garam & gula pasir secukupnya

Cara membuat :
ungkep daging dengan semua bumbu, sampai air daging mengering, tambahkan air secukupnya, masak hingga daging empuk, terakhir masukan asam kandis/belimbing. Masak kembali sampai kuah tinggal sedikit/mengental. (De)

Sepertinya bener ini makanan yang aku maksud. Beberapa bulan yang lalu aku dibawain masakan ini dari Padang rasanya agak asem-asem begitu dan kuahnya agak berminyak rasanya enak sekali dan jadi penasaran mau bikin. Aku kira bumbunya pakai tomat, daging diganti ikan tongkol enak juga ya? Terus dagingnya yang enak yang sandung lamur atau gandik?.(Ni)

Aku biasanya masak ini untuk ikan patin, jadi berminyak dan kuahnya gurih. Kalau daging malah belum pernah. Aku biasanya serehnya cari yang muda dan giling sekalian dengan bawang putih dan bawang merah. Jumlahnya kira-kira 3-5 buah. Ditambah kunyit sejari juga. Aku kasih daun bawang/kemangi juga biar lebih seger. (al)

Cabenya digilingnya tidak halus ya? dulu yang aku makan cabenya rada kasar deh, kalau ikan patin minyaknya dari mana ya? Bedanya sama bumbu batokok apa ya?. (Ni)

Cabenya aku biasanya gilingnya barengan dengan bawang-bawangan itu jadi ya tidak halus sekali. Aku kadang malah tidak pakai cabe soalnya anakku juga suka, jadi kadang kita nahanin tidak ditambah cabe biar anaknya ikutan makan juga. Paling tinggal nambah sambel sendiri.

Kalau ikan patin memang banyak lemaknya di perut (biasanya cari yang gemuk) jadi aku masaknya:
bumbu halus ditumis ditambah air terus ikan dimasukin. Api dikecilin biar bumbu meresap sekalian biar lemak yang ada di perut ikan jadi keluar semua, gurih. Nah kalau mulai kelihatan lemaknya sudah keluar baru rasanya diselesaikan gula, garam, blimbing wuluh/asam kandis (kalau terpaksa tidak ada pakai jeruk nipis), terakhir kemangi.

Kalau bumbu batokok aku malah tidak tahu. (Al)

Kalau asam padeh sama 'pangeh' itu sama tidak yah?
Kalau beda, mau juga donk resep 'pangeh'-nya, Soalnya cari di internet tidak ada. (Ay)

Boleh dong di bagi menu ikan patinnya?
Soalnya aku pernah masak kok bau/amisnya tidak mau hilang ya? Menu- menu ikan lain yang simple juga boleh. (Mam)

Menu ikan ada beberapa macem masak kuah yang biasa aku masak, tapi tidak pakai takaran ya, habis biasa cuma kira-kira :

- Sop Ikan, ikan tengiri/kakap/gurame
Bumbu : bawang bombay, bawang putih, merica halus, jahe (bisa potong korek api bisa digeprek), sere dan laos digeprek, gula, garam
Bahan : ikan, jamur, udang (bila suka), daun bawang.
Cara: Bawang bombay dan bawang putih dirajang terus ditumis, masukin sere, laos. Tambah air masukan ikan, api dikecilin sampai kuah ikan gurih masukan gula, garam, merica dan selesaikan rasanya. Terakhir masukan sayur-sayur (jamur/wortel) dan daun bawang. Ini rasanya mirip tom yang kung tapi tidak kecut, kecuali kita pengin bisa ditambah asam/blimbing wuluh kalau pengin kecut. Kuahnya bening

- Ikan bumbu bali.
Bahan : Gurame/kakap/patin, kemangi, kacang panjang (kalau suka), blimbing wuluh
Bumbu halus : cabe merah, bawang putih, bawang merah, kemiri, kencur, jahe, kunyit, ketumbar
Bumbu geprek : sere, laos, daun salam.
Cara memasak :
Bumbu halus ditumis, habis itu masukan bumbu geprek dan ikan diberi air sedikit sampai meresap ke ikan, tambah sayur (kacang) dan air kemudian masak sampai keluar kaldu ikan. Masukkan blimbing wuluh, garam, gula dan kemangi. Selesaikan rasanya. Ini rasanya asem pedes dan berat (soalnya muatan bumbunya banyak). Kuahnya merah. Kadang kalau suka bisa digunakan santan sebagai pengganti air kalau ingin lebih mantab (berat) rasanya. Aku tidak begitu suka pakai santan soalnya jadi berat banget rasanya mirip gulai kepala ikan tapi merah warna kuahnya. Menurutku rasa ikannya jadi ketutup.

- Ikan Pindang Serani
Bahan : ikan patin/bandeng/gurame, cabe merah besar dibiarin utuh namun disisir/dibelah, blimbing wuluh (optional).
Bumbunya semua diiris : bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit. Laos & sere digeprek, salam + gula, garam, merica.
Cara memasak :
Bumbu ditumis, laos, salam, sere dan cabe.masukan ikan, tambah air, biarkan sampai mendidih dan kaldu ikan keluar, masukan garam, gula dan merica. Selesaikan rasanya, Terakhir masukkan blimbing wuluh (optional)kalau yang suka agak kecut seger. Rasanya ringan, sebab bumbu hanya diiris, segar. Anak-anak suka.

- Ikan kukus
Bahan : ikan kerapu (aku biasanya ini), pernah juga pakai gurame.
Bumbu iris : bawang merah, bawang putih, jahe potong korek api, sere yang muda potong korek api.
Bumbu siram : kecap manis, kecap asin, kecap Inggris, minyak wijen, garam, merica dicampur dan diaduk.
Cara memasak :
Ikan disayat-sayat saja badannya (tidak dipotong). Susun di pyrex, sebagian bawang putih & merah, jahe dan sere di dasar pyrex, susun ikan di atasnya siram dengan bumbu siram. Taburkan sisa jahe, sere, bawang putih dan bawang merah diatasnya. Biarkan selama +/- 1 jam biar bumbu meresap. Kukus selama +/- 30-45 menit. Nanti dari ikannya akan keluar kaldunya selama pengukusan, sedap, bisa disruput.

Ikannya supaya tidak amis, cucinya harus bersih, insang, perut dan sisik-sisiknya dibersihan sampai tidak ada yang terasa masih licin (klenyet-klenyet bahasa jawanya), jadi harus keset. Habis itu diberi air jeruk nipis/ lemon dan garam. Habis itu tinggal diolah. Jadi kasih garamnya tidak usah banyak-banyak waktu masak.(Al)

Aku dulu pernah diajarin sama mamaku, ada yang bumbu tumis ada yang langsung masuk. Kalau mau yang rada kontemporer dikit, tidak perlu ikan/daging saja. Masukan udang, sotong, kepiting juga enak lho. Kalau serehnya ditambahkan, kuah diencerkan, rasanya bakal mirip tom yam :-))

Supaya ikan tidak terlalu amis pas dimasak, setelah dicuci dikasih asam+garam. Asamnya bisa jeruk, asam jawa, atau cuka. Biasanya sih, aku untuk mengalahkan bau amis, suka tambah jahe/sereh lebih ke bumbunya. (DeA)

Pengorbanan Kecil

Hidup dibangun tidak hanya atas pengorbanan dan tugas-tugas besar saja..melainkan juga hal-hal kecil dan kebajikan-kebajikan kecil terhadap orang-orang di sekitarmu yang sedang membutuhkan.

Jadikan itu sebuah kebiasaan penting dalam hidup anda.

Anda akan memberikan ketenangan dan merawat hati banyak orang di sekitar anda.
Dan efeknya akan jauh lebih besar dari yang anda bayangkan.

Minggu, 02 Mei 2010

AYAM

@Ayam POP
Bahan :
1 ekor ayam kampunt
potong 4 bagian, buang kulitnya
200 ml air
11/2 sendok teh cuka
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:
8 butir bawang merah
5 siiung bawang putih
11/2 sendok teh garam

Bahan Sambal
6 buah cabai merah
5 butir bawang merah
1/2 sendok teh garam
1 buah tomat

Cara Membuat :
1.rebus ayam,cuka dan bumbu halus hingga ayam matang
2.Menjelang disajikan, goreng ayam dalam minyak panas
3.sambal, rebus bahan sambal kecuali garam hingga matang
Haluskan dengan menambah garam,
Campur dengan 10 ml air matang, rebus sampai matang
Tip:Menggoreng ayam pop jangan terlalu lama, cukup celupkan ayam
balik lalu angkap, warna ayam harus tetap putih.

@AYAM GORENG GANDORIA
Bahan:
4 buah paha aas dan bawah
400 ml air
1 sendok makan garam
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh pala bubuk
3 cm jahe
3 cm lengkuas
1/2 sedok teh merica

Bahan Sambal:
10 buah cabai merah
5 buah cabai rawit
1 buah tomat, potong2
1 sendok teh terasi
1/2 sendok teh garam
6 butir bawang merah, iris halus
3 sendok makan minyak goreng

Cara Membuat:
1.Rebus ayam, bumbu halus, dan garang hingga
bumbuk meresap dan matang
2.Goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan
3.Sambal, kukus cabai merah, cabai rawit dan tomat sampai matang
4.Angkat lalu haluskan. tambahkan terasi dan garam
haluskan kembali
5.Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah hingga layu
Tuang tumisan bawang dan minyaknya ke dalam sambal, aduk
rata, sajikan.
Tip:Mengukus cbai merah dan tomat harus dilakukan sampai cabai
dan tomat layu.

AYAM GORENG KELAPA
Bahan:
1 ekor ayam, potong 8
5 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun salam
2 tangkai serai, memarkan
1000 ml santan dari 1 butir kelapa
minyak untuk menggoreng

Bumbu:
6 butir kemiri
5 siung bawang putih
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica

Bahan Taburan:
250 ml air rebusan ayam
100 gram kelapa setengah tua parut, sangrai, haluskan
1 sendok makan tepung beras

Cara Membuat:
1.Blender bumbu sampai halus, rebus ayam bersama lengkuas
salam, serai dan bumbu halus dlm santan sambil diaduk
2.Setelah ayam empuk, keluarkan ayam
3.Ukur air rebusan ayam 250 ml, masukkan kelapa sangrai
yang sudah dihaluskan.
Celupkan ayam ke dalamnya lalu goreng sampai matang
4.Tuang air cellupan ayam tadi ke dalam minyak dan biarkan
hingga kecoklatan
5.Sajikan ayam dengan taburan ini
Tip:Ayam sebaiknya digoreng dalam minyak cukp panas supaya
luarnya cepat menjadi kering (tetapi tidak keras), namun dalamnya
tetap lembut dan basah

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com